“Satu Ayat, Satu Niat, Satu Tekad: Persembahan Medali OSN Guru Pertama untuk Surabaya dari Guru SMP Al Hikmah.”

Setiap ba’da Maghrib dan Subuh, terdapat kebiasaan rutin di lingkungan SMP Al Hikmah yang ditanamkan kepada para guru dan siswa, yaitu membiasakan diri untuk mengaji Al Qur’an bahkan beserta terjemahannya. Dari rutinitas sederhana yang penuh makna itu, saya dipertemukan dengan satu ayat istimewa ketika mengaji Al Qur’an satu halaman beserta terjemahannya, ayat yang kemudian menjadi bekal spiritual menjelang final OSN Guru Tingkat Nasional 2015 di Jakarta. Ayat tersebut berbunyi: “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad [47]: 7) Ayat ini bagi saya menjadi lecutan semangat ketika berjuang di final OSN Guru Tingkat Nasional 2015. Saat itu, saya menjadi satu-satunya wakil dari Jawa Timur di bidang Matematika, bersaing bersama 13 finalis lain dari berbagai provinsi: 6 dari Jawa Tengah, 2 dari Jawa Barat, 1 dari Banten, 2 dari Kalimantan Timur, dan 2 dari Sumatera Selatan. Di lubuk hati, terbesit harapan untuk meraih hasil terbaik dan membawa pulang medali OSN Guru. Meskipun beberapa peserta lain secara berpengalaman lebih berpeluang juara karena telah berkali-kali mengikuti final OSN Guru di tahun-tahun sebelumnya. Tapi saya tetap yakin, optimis, dan meneguhkan tekad untuk berjuang dengan segenap kemampuan. Bukan semata demi meraih penghargaan, tetapi agar dapat memberi inspirasi kepada siswa-siswi kami bahwa sekolah Islam juga mampu berprestasi dan bersaing sejajar dengan sekolah-sekolah non-Islam yang selama ini banyak mendominasi di ajang olimpiade matematika. Benarlah makna ayat tersebut, bahwa ketika kita meniatkan perjuangan untuk menolong agama Allah, maka Allah akan membukakan jalan kemudahan dan menganugerahkan kedudukan terbaik sesuai dengan apa yang diusahakan. Dan janji Allah pun benar adanya, atas izin dan pertolongan-Nya, saya berhasil meraih medali perak (Juara II) dari tiga medali yang diperebutkan oleh 14 peserta final OSN Guru Tahun 2015, sekaligus menjadi medali pertama yang berhasil dipersembahkan kepada Kota Surabaya tercinta. Perjalanan menuju final OSN Guru Tingkat Nasional bukanlah jalan yang mudah. Banyak rintangan yang harus saya lalui sebelum sampai ke titik itu. Awalnya, di Kota Surabaya belum pernah sekalipun ada seleksi terbuka yang diperuntukkan guru. Dari pelaksanaan OSN Guru ke-1 hingga ke-4, peserta biasanya ditunjuk langsung tanpa proses seleksi. Akibatnya, Surabaya belum pernah berhasil meraih satu medali pun di ajang tersebut, sebagaimana diungkapkan oleh salah satu staf Dinas Pendidikan saat itu. Melihat kondisi tersebut, Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini, menargetkan agar Surabaya di tahun 2015 ini dapat meraih medali. Maka, untuk pertama kalinya diadakan seleksi OSN Guru tingkat kota. Karena keterbatasan informasi, tidak banyak guru yang mengetahui adanya seleksi ini. Nama saya akhirnya terdaftar berkat inisiatif Wakasek Kurikulum SMA Al Hikmah Surabaya saat itu, yang kebetulan mendapatkan informasi tersebut dan mendaftarkan saya sebagai peserta. Dari total 105 peserta seleksi OSN Guru bidang Matematika, yaitu 104 guru dari SMP negeri dan saya sebagai satu-satunya peserta dari sekolah swasta bersaing memperebutkan satu tempat terbaik yang berhak melanjutkan ke tingkat provinsi. Qadarullah, saya berhasil meraih peringkat pertama dan menjadi wakil Kota Surabaya untuk melanjutkan ke perlombaan tingkat provinsi. Prestasi ini saya rasakan sebagai bentuk anugerah yang Allah sisipkan di tengah perjalanan panjang pengabdian. Sejak awal bergabung di SMP Al Hikmah, saya bersama rekan-rekan guru matematika, salah satunya Ust. Imam Sibaway, yang kemudian juga meraih medali perunggu Olimpiade Guru Nasional (OGN) Tahun 2016, memang memiliki perhatian besar dalam membina siswa di ajang olimpiade matematika. Pembinaan siswa ini tidak sekadar mengejar prestasi, tetapi menjadi sarana dakwah sekolah Islam di ajang bergengsi tersebut, untuk menunjukkan bahwa sekolah Islam juga mampu bersaing dengan sekolah non-Islam dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Alhamdulillah, dari upaya tersebut, beberapa siswa SMP Al Hikmah telah berhasil meraih medali perunggu, perak, dan emas di OSN bidang Matematika. Bahkan, salah satu alumni kami, Rizki Rajendra Ananda Dewa, melanjutkan prestasinya hingga ke tingkat internasional dengan meraih medali perunggu di International Mathematical Olympiad (IMO) tahun 2023 setelah menempuh pendidikan di jenjang kuliah. Semua perjalanan ini mengajarkan bahwa keberhasilan tidak pernah datang secara instan. Ia tumbuh dari niat yang lurus, tekad yang kuat, dan keyakinan pada janji Allah. Satu ayat yang saya temukan, satu niat yang saya tanamkan, dan satu tekad yang saya perjuangkan menjadi saksi bahwa siapa pun yang berjuang dengan ikhlas menolong agama Allah, niscaya akan Allah tolong dengan cara-Nya yang indah.

Posting Komentar untuk "“Satu Ayat, Satu Niat, Satu Tekad: Persembahan Medali OSN Guru Pertama untuk Surabaya dari Guru SMP Al Hikmah.”"